Home » » Transmisi Belum Seimbang Gerakkan Nawacita dan Revolusi Mental (Catatan Dua Tahun Jokowi – JK)

Transmisi Belum Seimbang Gerakkan Nawacita dan Revolusi Mental (Catatan Dua Tahun Jokowi – JK)

Catatan Dua Tahun Pemerintahan Jokowi


Kamis, 20 Oktober 2016, pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (Jokowi-JK) genap berusia dua tahun.

Lalu selama dua tahun perjalanan pemerintahan Jokowi-JK itu, sejauh mana arah dan capaian pemerintahan Jokowi-JK berjalan ?

Untuk menilai dan mengukur tentu berpijak pada agenda Nawacita dan Revolusi Mental yang menjadi titik awal dan komitmen kampanye Jokowi-JK tersebut.

Rakyat memahamai Nawacita dan Revolusi Mental adalah turunan dari cita-cita Tri Sakti Sukarno yang belum selesai, yakni  “berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi, berkepribadian secara sosial budaya”.

Lalu apakah kinerja Jokowi-JK selama ini sudah optimal dengan agenda Nawacita dan Revolusi Mental yang mendekati hasil maksimal sesuai cita-cita Tri Sakti Sukarno.

Sebagaimana sistem penggerak mobil atau motor, ada satu rangkaian yang dinamakan transmisi: sistem yang berfungsi untuk mengkonversi torsi dan kecepatan (putaran) dari mesin menjadi kecepatan yang berbeda-beda yang diteruskan ke penggerak akhir.

Ibarat transmisi mobil, Komposisi Kabinet Jokowi-JK dalam fungsi dan perannya adalah menggerakkan nawacita dan revolusi mental itu, namun suka tidak suka terlihat jika transmisi tersebut sampai hari ini ada yang terlihat belum optimal, sehingga tenaga dan kecepatan dalam merealisasikan agenda Nawacita dan Revolusi Mental otomatis juga belum maksimal sesuai harapan rakyat.

Presiden Jokowi terlihat terseok-seok menjalankan agenda Nawacita dan revolusi mental, bongkar pasang komposisi Kabinet dan lembaga terbukti belum menjawab akselerasi agenda Nawacita dan Revolusi mental Jokowi secara seimbang, padahal kunci terpenting memaksimalkan hasil tersebut adalah efektifitas dari setiap komposisi kebinet dan lembaga-lembaga tersebut.

Persoalan ekonomi, penegakan hukum, pengelolaan Sumber Daya Alam, dsb masih jauh dari target dan tujuan agenda nawacita dan revolusi mental.

Waktu dua tahun memang belum dapat dijadikan tolak ukur berhasil tidaknya pemerintahan jokowi-JK, namun setidaknya dalam tingkat tertentu semestinya pemerintahan Jokowi-JK sudah mampu berbuat yang lebih dari sekarang ini, atau dalam banyak hal pemerintahan Jokowi-JK ada yang sudah “Hebat”, namun ada juga yang masih “Lambat” akibat dari transmisi yang lemah dan tidak seimbang.

Susi terkait kemajuan sektor kelautan perikanan, Tito soal reformasi Polri, Basuki Hadimuljono terkait kemajuan pembangunan infrastruktur, Arif Yahya terkait kemajuan sektor pariwisata, dsb, barangkali beberapa hal yang hebat dan mampu mengimbangi gerak langkah dan agenda-agenda Jokowi, sebagaimana dulu ada Rizal Ramli di kemenko Maritim dan Jonan di kemenhub. tapi untuk komposisi yang lain barangkali masih sangat lemah dan lambat, seperti kejaksaan, tim ekonomi, menko PMK, menteri BUMN, menteri tenaga kerja, dsb.

Presiden Jokowi-JK butuh transmisi yang kuat dan seimbang agar diperoleh akselerasi yang cepat dan bertenaga agar tidak terus menerus melambat dan melemah.

Satu contoh misalnya carut marut sektor pangan terkait harga daging, ketika presiden Jokowi menghendaki harga daging 80.000/kg, tapi faktanya gagal, atau ketika Jokowi menghendaki pungli diberantas, tapi faktanya pungli masih marak dimana-dimana. Dua tahun berjalan Revolusi Mental masih jalan ditempat.
Padahal Semestinya intruksi presiden Jokowi mengandung bobot dan makna yang kuat dan berwibawa, sebagaimana ketika Jokowi menghendaki dwelling time turun, maka fakta dilapangan terbukti membaik, atau ketika Jokowi menhendaki pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA) sesuai pasal 33 UUD 1945, maka fakta dilapangan hadir di blok Masela, dsb.

Sedikit catatan soal keberhasilan dan kekurangan pemerintahan Jokowi-JK selama dua tahun kebelakang cukup untuk dijadikan bahan evaluasi dan pijakan kedepan, masih ada waktu tiga tahun kedepan untuk memperbaiki dan mewujudkan agenda-agenda Jokowi-Jk yang sampai saat ini masih ada yang lambat dan lemah. Apalagi ada modal spirit perbaikan yang luar biasa dari diri presiden Jokowi, pasti perubahan itu mesti terwujud.

Contact Form