Terlepas mendekati pilkada DKI 2017 mendatang maupun tidak, faktanya Anti Pati rakyat terhadap gaya kepemimpinan Ahok sudah lama terjadi dan makin hari justru makin meluas dan masif.
Berbagai kasus dan arogansi kekuasaan Ahok membuat rakyat marah dan terusik kenyamanannya, apalagi sepak terjang Ahok yang sering menabrak aturan namun terlihat kebal hukum, seperti dalam kasus reklamasi, sumber waras, penggusuran, dsb.
Rakyat mendesak agar Ahok segera diproses hukum sebagaimana amanah UUD 1945 pasal 28 D ayat 1 yang menyebutkan; “Setiap orang berhak atas pengakuan, jaminan, perlindungan, dan kepastian hukum yang adil serta perlakuan yang sama di hadapan hukum”.
Jadi tidak ada alasan semestinya bagi siapapun dan dengan beking apapun dapat semena-mena melecehkan hukum di negeri ini.
Fenomena Ahok adalah preseden buruk bagi perjalanan Republik paska Reformasi, bukan karena Ahok etnis Tionghoa atau beragama minoritas, namun faktanya kepemimpinan Ahok lah yang menyebabkan gejolak itu terjadi.
Alih-alih membantu pemerintahan Jokowi agar berjalan efektif, Ahok justru menjadi bagian dari masalah di era Jokowi ini.
Kasus yang mencuat terakhir terkait penistaan agama dan ulama’ menjadi bukti bahwa kepemimpinan Ahok gagal total karena kebijakan dan mulutnya tidak membawa kesejahteraan untuk rakyat dan justru hanya membuat rakyat marah dan menderita.
Pemerintahan Jokowi dengan berbagai program dan capaianya selama kurun waktu kurang lebih dua tahun ini seakan lenyap tak ada apa-apanya karena tertutup tingkah laku kepemimpinan Ahok yang brutal dan tak bersahaja.
Alih-alih turut membantu program dan agenda kerja pemerintahan Jokowi, Ahok justru membuat citra pemerintahan Jokowi makin memburuk, karena indikasi-indikasi perlakuan istimewa pemerintahan Jokowi terhadap Ahok.
Banyak fakta membuktikan jika pemerintahan Jokowi selama ini terlalu vulgar mengistimewakan Ahok, mulai dari soal kasus bus Trans Jakarta, Kasus RS. Sumber Waras, Kasus Pungli terkait Reklamasi, Perijinan reklamasi, Penggusuran, dan beberapa kali perseteruan Ahok dengan koleganya di pemerintahan.
Tidak mengherankan, jika ada yang mengatakan energi pemerintahan Jokowi habis hanya untuk mengistimewakan Ahok, bahkan sangat mungkin terjadi pemerintahan Jokowi makin tenggelam dikarenakan kepemimpinan Ahok yang brutal dan tidak bersahabat dengan rakyatnya tersebut.

