![]() |
| Alarm Kekesalan Dan Kekecewaan Rakyat Terhadap Ahok Mengarah Ke Pemerintahan Jokowi |
Berbagai aksi demonstrasi besar-besaran menolak kebijakan dan gaya Ahok sudah terjadi dua tahun kebelakang ini dan hampir menyeluruh di Indonesia.
Kemarahan rakyat terhadap Ahok bukannya tanpa alasan, selain sikapnya yang arogan dan anti kritik, Ahok juga kerap membuat kebijakan yang mengusik keadilan dan nilai-nilai dasar kemanusiaan.
Kebijakan Ahok terkait penggusuran rakyat miskin dan para nelayan di Ibu Kota membuktikan betapa brutalnya Ahok sebagai seorang penguasa.
Belum lagi kebijakan Ahok yang kerap melakukan “barter kebijakan (memperdagangkan kebijakan)” atas dalih pembangunan dengan para pengembang dan pengusaha kelas atas Ibu Kota.
Dengan dalih penataan taman, sungai, rusun, dsb, dengan dana dari para pengembang yang tak masuk pembukuan anggaran Negara jelas membuktikan Ahok menjalankan sistem pendanaan off budget yang menyalahi Undang-undang.
Belum lagi keuntungan terbesar dari pola pembangunan ala Ahok tentu kembali ke para pengembang dan karir politik Ahok sendiri, Rakyat hanya mendapat hiburan sesaat.
Ahok tidak saja menggunakan siasat politik ala Orba, tapi kebijakan Ahok mirip sedang menjalankan agenda penaklukan wilayah yang berdaulat dengan mendirikan Negara didalam Negara melalui kebijakan izin Reklamasi yang sepihak.
Belum lagi gaya kesombongan Ahok yang diluar akal sehat kehidupan berbangsa dan bernegara kita dengan melakukan penistaan terhadap agama dan tokoh-tokoh masyarakat, melawan berbagai lembaga-lembaga Negara yang tidak menguntungkan dirinya, melakukan penyesatan tafsir idiologi pancasila, memunculkan benih-benih disintegrasi bangsa, memicu instabilitas nasional, dsb.
Kebrutalan dan kesombongan Ahok yang brgitu leluasa dan kebal hukum itu menjadikan rakyat bertanya-tanya, kenapa Ahok bisa sekuat itu? Bukankah ini Negara hukum?, bukankah ini Negara yang menganut paham kemanusiaan yang adil dan beradab?, bukankah Negara ini ada seorang pemimpin tertinggi dari seorang Gubernur Ahok, yakni Presiden?, dsb.
Wajar jika kemudian rakyat berasumsi liar terkait sepak terjang Ahok dan diamnya Presiden selaku pemimpin tertinggi di Republik ini.
Existensi rakyat mempertanyakan sikap presiden yang melakukan pembiaran, bahkan beberapa momentum justru terlihat sang Presiden lebih cenderung membela Ahok menjadikan rakyat kesal dan kecewa.
Rakyat menduga-duga ada sesuatu yang besar di balik diri sang Presiden yang terlihat lemah dan terseok-seok menghadapi Ahok, bahkan Presiden lebih memilih menghadapi sasaran kekesalan dan kekecewaan rakyat dari pada sekedar menertibkan Ahok. Ada Apa dengan Presiden?

